Notification

×

Iklan

Iklan

Akibat Perang Itan-Amerika, Al Haris Ciptakan SDA Kembangkan Ekonomi Rakyat

Kamis, 07 Mei 2026 | Kamis, Mei 07, 2026 WIB Last Updated 2026-05-07T07:48:48Z



The Jambi Times, JAMBI | Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah menjadi saksi pembukaan spektakuler Rakernas Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan (ADPMET) Tahun 2026. Gubernur Jambi sekaligus Ketua Umum ADPMET, Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH, secara resmi membuka acara dengan pidato pembakar semangat yang menyerukan keadilan fiskal bagi daerah penghasil migas, acara di selenggarakan di Swissbell Hotel Jambi, Kamis (07/05/2026) pagi.


Dihadiri Wakil Gubernur Papua Barat Muhammad Lakatoni, SH, MSi serta para Bupati anggota dan pengurus ADPMET, Rakernas bertema "Memperkuat Fiskal dan Integrasi Sumur Tua, Sumur Masyarakat, Idle Field, serta Pengembangan Modular Refinery" ini diharapkan melahirkan rekomendasi konkret.


"Tema ini bukan wacana belaka, tapi kebutuhan mendesak!" tegas Gubernur Al Haris di hadapan ratusan peserta.


Gubernur Al Haris mengemukakan, di tengah ketidakstabilan geopolitik dunia akibat perang di wilayah penghasil minyak, Provinsi Jambi bertekad memaksimalkan sumber daya alamnya untuk mendukung perekonomian nasional dan kesejahteraan masyarakat lokal.


"Perperangan dunia mengganggu pasokan minyak internasional, tapi sumber daya kita di Indonesia harus dimanfaatkan habis-habisan," ungkap Gubernur Al Haris. 


Dalam kesempatan tersebut Gubernur Al Haris juga tak segan ungkap keluhan daerah penghasil. "DBH migas adalah tulang punggung penerimaan daerah, tapi skema pemotongan saat ini batasi ruang fiskal kami," katanya. 


Ia menekankan perlunya penyesuaian proporsional yang pertimbangkan kontribusi riil daerah, plus dampak sosial-ekonomi-lingkungan.


"Target utama adalah peningkatan lifting minyak yang diharapkan mendorong naiknya dana bagi hasil daerah, sehingga bisa dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur dan belanja public," ucapnya.


Selain itu, Gubernur Al Haris juga desak optimalisasi sumur tua, sumur masyarakat, dan idle field. "Ini sumber daya nyata untuk tingkatkan produksi nasional dan ekonomi daerah. Butuh kebijakan adaptif dan kemitraan sehat Kilang Mini, Kunci Pertumbuhan Ekonomi. Sorotan utama: pengembangan modular refinery atau kilang mini mulut tambang,” ujar Gubernur Al Haris.


"Daerah jangan cuma jadi lokasi eksploitasi, tapi pusat pertumbuhan energi baru," tambahnya. 


Menurut Gubernur Al Haris, situasi global yang mengganggu pasokan minyak dunia justru menjadi momentum bagi Indonesia, khususnya Jambi sebagai salah satu lumbung energi.


"Sementara sumber daya alam kita masih melimpah, inilah saatnya kita maksimalkan minyak dan gas untuk memberikan sumbangan besar ke negara," tuturnya.


Gubernur Al Haris juga mengajak semua anggota perjuangkan hak seperti tambahan DBH transisi energi, alokasi gas daerah, hak kelola sumur tua, serta insentif karbon capture—didukung komitmen iuran anggota.


"Melalui asosiasi daerah penghasil minyak dan gas, Jambi siap meningkatkan lifting minyak, mengembangkan energi terbarukan, serta melibatkan UMKM dan Bank Jambi dalam rantai pasok energi. Pemerintah daerah optimistis, dengan dukungan semua pihak, Jambi siap jadi motor penggerak ekonomi hijau di tengah badai geopolitik," pungkasnya. (Diskominfo Provinsi Jambi/Sapra Wintani/Foto: Novriansah/Video: Erit Sutriedi)

×
Berita Terbaru Update