The Jambi Times, MUARASABAK | Kondisi jalan rusak yang selama ini dikeluhkan masyarakat akhirnya mendapat perhatian serius. Bupati Tanjung Jabung Timur, Hj. Dillah Hikmah Sari, turun langsung ke lapangan bersama Wakil Bupati Muslimin Tanja mendampingi Anggota Komisi V DPR RI, Dr. Edi Purwanto, dalam kunjungan kerja meninjau sejumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan parah pada (26/4/2026)
Kunjungan ini bukan sekadar seremonial. Di sejumlah titik, kerusakan jalan terlihat nyata—berlubang, berlumpur, dan sulit dilalui. Akses menuju Desa Lambur II, Kecamatan Sabak Timur, serta Desa Tri Mulya, Kecamatan Rantau Rasau, menjadi contoh paling mencolok. Jalan yang seharusnya menjadi urat nadi perekonomian justru berubah menjadi hambatan utama bagi aktivitas warga.
Turut hadir dalam rombongan tersebut sejumlah anggota DPRD Kabupaten Tanjab Timur, pimpinan OPD, hingga aparat kecamatan dan desa. Kehadiran mereka menegaskan bahwa persoalan ini bukan masalah kecil, melainkan persoalan bersama yang membutuhkan langkah konkret.
Sebelumnya, Edi Purwanto menghadiri pelantikan Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tanjab Timur yang dirangkai dengan kegiatan halalbihalal. Namun usai agenda tersebut, fokus langsung beralih ke persoalan yang lebih mendesak.
Di lokasi peninjauan, Edi Purwanto tidak menutup mata terhadap kondisi yang ada. Ia menegaskan komitmennya untuk membawa persoalan ini ke tingkat pusat.
“Kondisi seperti ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Ini menyangkut kehidupan masyarakat. Kami akan berupaya maksimal agar perbaikan jalan ini bisa segera direalisasikan melalui koordinasi dengan kementerian terkait di Komisi V,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Dillah Hikmah Sari menekankan bahwa persoalan ini tidak bisa diselesaikan sendiri oleh pemerintah kabupaten. Status jalan yang merupakan kewenangan provinsi menjadi kendala utama yang selama ini menghambat percepatan penanganan.
“Ini bukan sekadar jalan rusak, ini jalur ekonomi masyarakat. Karena kewenangannya ada di provinsi, maka dibutuhkan sinergi kuat lintas pemerintahan. Kehadiran DPR RI hari ini menjadi harapan besar bagi kami untuk membuka jalan dukungan dari pusat,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa masyarakat sudah terlalu lama menunggu perbaikan.
“Kami tidak ingin ini hanya berhenti di peninjauan. Masyarakat butuh bukti nyata, bukan janji. Jalan ini harus segera diperbaiki,” pungkasnya dengan nada tegas.
Kunjungan ini pun menjadi ujian nyata: apakah aspirasi daerah benar-benar akan diperjuangkan hingga tuntas, atau kembali menjadi catatan panjang tanpa realisasi.
.jpg)